Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

MAN 9 Jakarta

Madrasah Aliyah Negeri 9 Jakarta

Jl. H. Dogol No.54 Pondok Bambu, Duren Sawit

Jl. Rawa Bahagia Pondok Kopi Jakarta Timur
Teknologi Informasi & Komunikasi Biologi Matematika Bahasa Indonesia Fiqih Bahasa Inggris Kimia Fisika
Data Guru Profil Sekolah Visi dan Misi Sekolah
Pramuka Paskibra PMR Basket Ball Volley Ball
Departemen Agama Humas Depag Indonesia UIN Jakarta google yahoo

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA

MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 9 PONDOK BAMBU JAKARTA

Ide dasar berdirinya MAN 9 Pondok Bambu Jakarta Timur yaitu datang dari Kantor Wilayah DKI Jakarta, mengingat di wilayah timur masih sangat kurang Madrasah Negeri dan baru ada MAN 2 Cijantung.

Maka dicarikan sebidang tanah yang luasnya ±3000M dijalan H. Dogol, Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit, wilayah kota Jakarta Timur dengan batas sebelah barat berbatasan komplek statistik, sebelah timur jalan lingkungan, sebelah utara komplek AL, sebelah selatan berbatasan dengan pondok sarana karya. Dan didirikanlah bangunan yang memiliki ruang belajar dan dilengkapi dengan ruang-ruang lain seperti ruang kepala madrasah, ruang tata usaha, ruang osis, perpustakaan dan laboratorium.

Kala berdiri tahun 1987, merupakan filial/kelas jauh dan MAN I grogol Jakarta Barat, yang dikepalai Drs. H. Marawazi dan dikelas jauh Pondok bambu Drs. H. Ahmad Sanah. Pada awal berdiri diikuti murid sebanyak 4 kelas ±200 Murid-murid datang dari wilayah DKI Jawa Barat dan daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat menanti kehadirannya Madrasah tersebut SLTA, ditambah masyarakat yang sekaligus sebagai guru, guru MAN 9 yang mendukung yaitu H. Murodi SAg dan Dra. H. Sumiati.

Pada perjalanan dan perkembangan berikutnya MAN 9 kelas jauh pondok bambu memiliki jurusan –jurusan yaitu jurusan agama, jurusan IPS dan jurusan IPA. Tenaga pengajar saat itu sangat terbatas, maka mayoritas pengajar adalah guru honor, meskipun demikian mayoritas pengajaran sudah memiliki kelayakan persyaratan yaitu sarjana lengkap dan sarjana muda. Kemudian kepimpinan sejak tahun 1994 beralih dari Drs. H.Samali kepada Drs. H. Tarli Santijan, dari perintisan awal sampai kepimpinan Drs. H. Tarli Santijan, MAN 9 kelas jauh mengalami perkembangan pusat sehingga jumlah murid mengalami kenaikan ±500 orang.

Dengan Keputusan Menteri Agama No. 244 tahun 1993 tanggal 25 Oktober 1993 , kelas jauh pondok bambu dinegerikan bersama 5 MAN lainnya, yaitu MAN 6 Kp. Dukuh Jakarta Timur, MAN 2 Srengseng sawah Jakarta selatan , MAN 8 Cakung , MAN 9 Pondok Bambu Jakarta Timur, MAN 10 Joglo Jakarta barat kemudian berkembang dengan membangun kelas jauh yang terletak dikelurahan Pondok Kopi Kecamatan Duren Sawit , Jakarta Timur Tahun 1997, yang dipimpin oleh Dra. Aty Sholehati . Kelas jauh pertama kali memiliki 9 ruang belajar dan sejumlah ruang-ruang pendukung lainnya.

Adapun letak tanah sebelah barat berbatasan dengan jalan Rawa Bahagia, sebelah Timur perumahan penduduk, sebelah selatan perumahan penduduk , sebelah utara berbatasan dengan jalan lingkungan RT.06/Rw.04 Pondok kopi Jakarta Timur , dengan luas tanah 3300 M2, setelah 5 Tahun berdiri kelas jauh ini dikembangkan bangunannya dengan ditambah ruang belajar 9 ruang , jadi jumlah seluruhnya sebanyak 18 ruang.

Kepimpinan berikutnya tahun 1998 beralih dari Drs. Tarli kepada Drs. H. Mustafa Zain, yang mutasi dan MAN 3 Rawasari Jakarta pusat, tidak lama kemudian sehubungan dengan habis tugas masa jabatan Drs. H. Mustafa maka ±6 bulan belum diangkat, penggantinya dan sebagai pelaksana tugas harian diserahkan kepada Moh. Afroji SPd, untuk tidak terjadi ke vakuman Kepala Madrasah, maka diangkatlah Drs. H. Zainuddin Anwar,MA tahun 2001/2002 pada periode ini. Man 9 diarahkan kepada pengembangan fisik dan peningkatan mutu usaha-usaha yang dilakukan antara lain Rehabilitasi total bangunan MAN 9 Pondok Bambu ( Pusat) dan menambah 9 ruang pondok kopi kelas jauh pada saat sejarah ini ditulis, gedung pondok bambu baru selesai 3 ruang dilantai dasar, adapun usaha-usaha peningkatan kualitas melalui rekayasa kurikulum, study banding ………. Wawasan guru melanjutkan perbuatan dan karyawan dan siswa ke beberapa tempat/lembaga-lembaga pendidikan yang dianggap pavorit, pelatihan guru-guru dan dan karyawan, melengkapi medua belajar lab. Bahasa, lab Mipa, Vicidi, OHP dan lain-lain.

Demikian sejarah singkat MAN 9 Jakarta yang tentunya karena keterbatasan informasi, maka pasti masih banyak hal-hal yang belum ditulis, dan mesti dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

| c47ur1980@gmail.com | ©2004 Madrasah Aliyah Negeri 9 Jakarta